Kamis, 06 Januari 2011

Pijat Bayi II

3. Dada

a. Jantung Besar

  • Buatlah gerakan yang menggambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua telapak tangan Anda di tengah dada bayi/ulu hati.
  • Buat gerakan ke atas sampai di bawah leher, kemudian ke samping di atas tulang selangka, lalu ke bawah membentuk bentuk jantung, dan kembali ke ulu hati.



b. Kupu-kupu

  • Buatlah gerakan diagonal seperti gambaran kupu-kupu, dimulai dengan tangan kanan membuat gerakan memijat menyilang dari tengah dada/ulu hati ke arah bahu kanan, dan kembali ke ulu hati.
  • Gerakan tangan kiri anda ke bahu kiri dan kembali ke ulu hati.



4. Tangan

a. Memijat ketiak (armpits)

  • Buatlah gerakan memijat pada daerah ketiak dari atas ke bawah. Perlu diingat, kalau terdapat pembengkakan kelenjar di daerah ketiak, sebaiknya gerakan ini tidak dilakukan.



b. Perahan cara India

Arahan pijatan cara India ialah pijatan yang menjauhi tubuh. Guna pemijatan cara ini adalah untuk relaksasi atau melemaskan otot.
  • Peganglah lengan bayi bagian pundak dengan tangan kanan seperti memegang pemukul soft ball, tangan kiri memegang pergelangan tangan bayi
  • Gerakan tangan kanan mulai dari bagian pundak ke arah pergelangan tangan, kemudian gerakkan tangan kiri dari pundak ke arah pergelangan tangan.
  • Demikian seterusnya, gerakkan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah memerah susu sapi.



c. Peras dan putar (squeeze and twist)

Cara lain adalah dengan menggunakan kedua tangan secara bersamaan.
  • Peras dan putar lengan bayi dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan



d. Membuka tangan

  • Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari, dari pergelangan tangan ke arah jari-jari



e. Putar jari-jari

  • Pijat lembut jari bayi satu per satu menuju ke arah ujung jari dengan gerakan memutar.
  • Akhirilah gerakan ini dengan tarikan lembut pada tiap ujung jari



f. Punggung tangan

  • Letakkan tangan bayi diantara kedua tangan anda
  • Usap punggung tangannya dari pergelangan tangan ke arah jari-jari dengan lembut



g. Peras & putar pergelangan tangan (wrist circle)

  • Peraslah sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan jari telunjuk



h. Perahan cara swedia

Arah pijatan cara Swedia adalah dari pergelangan tangan ke arah badan. Pijatan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru-paru.
  • Gerakkan tangan kanan dan kiri anda secara bergantian mulai dari pergelangan tangan kanan bayi ke arah pundak.
  • Lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi ke arah pundak



i. Gerakan menggulung

  • Peganglah lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan
  • Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju ke arah pergelangan tangan/jari-jari



Oleh : Desiani
Dikutip dari : Pedoman Pijat Bayi (edi revisi), dr. Utami Roesli, SpA, MBA., CIMI, Penerbit : Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara

Selasa, 28 Desember 2010

Pijit Bayi I

Urutan Pijat Bayi

Catatan: Setiap gerakan pada tahap pemijatan ini dapat diulang sebanyak enam kali.

1.Kaki

a. Perahan cara India
  • Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti memegang pemukul soft ball
  • Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian, seperti memerah susu



b. Peras dan putar

  • Pegang kaki bayi pada pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan
  • Peras dan putar kaki bayi dengan lembut dimulai dari pangkal paha ke arah mata kaki



c. Telapak kaki

  • Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju jari-jari di seluruh telapak kaki



d. Tarikan lembut jari

  • Pijatlah jari-jarinya satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki, diakhiri dengan tarikan kasih yang lembut pada tiap ujung jari.



e. Gerakan peregangan (Strecth)

  • Dengan mempergunakan sisi dari jari telunjuk, pijat telapak kaki mulai dari batas jari-jari ke arah tumit, kemudian ulangi lagi dari perbatasan jari ke arah tumit
  • Dengan jari tangan lain regangkan dengan lembut punggung kaki pada daerah pangkal kaki ke arah tumit



f. Titik tekanan

  • Tekan-tekanlah kedua ibu jari secara bersamaan di seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari



g. Punggung kaki

  • Dengan mempergunakan kedua ibu jari secara bergantian pijatlah punggung kaki dari pergelangan kaki ke arah jari-jari secara bergantian



h. Peras dan putar pergelangan kaki (ankle circles)

  • Buatlah gerakan seperti memeras dengan mempergunakan ibu jari dan jari-jari lainnya di pergelangan kaki bayi



i. Perahan cara swedia

  • Peganglah pergelangan kaki bayi
  • Gerakkan tangan anda secara bergantian dari pergelangan kaki ke pangkal paha



j. Gerakan menggulung

  • Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda
  • Buatlah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki



k. Gerakan akhir

  • Setelah gerakan a sampai k dilakukan pada kaki kanan dan kiri, rapatkan kedua kaki bayi
  • Letakkan kedua tangan anda secara bersamaan pada pantat dan pangkal paha
  • Usap kedua kaki bayi dengan tekanan lembut dari paha ke arah pergelangan kaki. Ini merupakan gerakan akhir bagian kaki.



2.Perut

Catatan : hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk.

a. Mengayuh Sepeda

  • Lakukan gerakan memijat pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri



b. Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat

  • Angkat kedua kaki bayi dengan salah satu tangan
  • Dengan tangan yang lain, pijat perut bayi dari perut bagian atas sampai ke jari-jari kaki



c. Ibu Jari ke samping

  • Letakkan kedua ibu jari dari samping kanan-kiri pusar perut
  • Gerakkan kedua ibu jari ke arah tepi perut kanan dan kiri



d. Bulan-matahari

  • Buat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas, kemudian kembali ke daerah kanan bawah (seolah membentuk gambar matahari {M} beberapa kali
  • Gunakan tangan kanan untuk membuat gerakan setengah lingkaran mulai dari bagian kanan bawah perut bayi sampai bagian kiri perut bayi (seolah membentuk gambar bulan {B})
  • Lakukan kedua gerakan ini bersama-sama. Tangan kiri selalu membuat bulatan penuh (matahari), sedangkan tangan kanan akan membuat gerakan setengah lingkaran (bulan).



e. Gerakan I Love You :

  • “I” Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan membentuk huruf “I”
  • “LOVE” Pijatlah perut bayi membentuk hurup “L” terbalik, mulai dari kanan atas ke kiri atas, kemudian dari kiri atas ke kiri bawah
  • “YOU” Pijatlah perut bayi membentuk huruf “U” terbalik, mulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas, kemudian ke kiri, ke bawah, dan berakhir di perut bawah.



f. Gelembung atau jari-jari berjalan (walking fingers)

  • Letakkan ujung jari-jari satu tangan pada perut bayi bagian kanan
  • gerakkan jari-jari Anda pada perut bayi dari bagian kanan ke bagian kiri guna mengeluarkan gelembung-gelembung udara.



Artikel selanjutnya akan dibahas mengenai pijat:

3.Dada
4.Tangan
5.Muka
6.Punggung


Disadur dari : Pedoman Pijat Bayi (edi revisi), dr. Utami Roesli, SpA, MBA., CIMI, Penerbit : Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara
Oleh : Desiani

Kamis, 23 Desember 2010

Persalinan Dengan Caesar II

Gejala-gejala depresi pasca-persalinan

  • di penuhi perasaan sedih dan depresi yang disertai dengan menangis tanpa sebab
  • tidak memiliki tenaga atau hanya sedikit saja
  • tidak dapat berkonsentrasi
  • ada perasaan bersalah dan tidak berharga
  • menjadi tidak tertarik dengan bayi anda atau menjadi terlalu memerhatikan dan kuatir terhadap bayi anda
  • berat badan meningkat yang disertai dengan makan berlebihan
  • berat badan menurun yang disertai tidak mau makan
  • ada perasaan takut menyakiti diri sendiri atau bayinya
  • tidak dapat tidur atau tidur berlebihan
  • mengalami rasa sedih yang berkelanjutan


Depresi pasca-persalinan lebih sering terjadi, jika:

  • ibu mempunyai riwayat depresi pasca-persalinan pada persalinan sebelumnya
  • ibu sudah mengalami depresi sebelumnya, atau depresi yang tidak berhubungan dengan kehamilan
  • ibu mengalami PMS atau premenstrual syndrome yang berat, yaitu perbuahan emosional menjelang menstruasi
  • ibu mengalami kesulitan dalam perkawinan selama proses kehamilan
  • ibu tidak mempunyai kerabat dekat atau sahabat sebagai tempat bicara atau bertukar pikiran.


Tips menanggulangi depresi setelah persalinan

  • temukan seseorang untuk bertukar pikiran, baik saudara, teman dekat, atau pasangan anda, dan ungkapan rasa kuatir dan ketakutan anda
  • carilah waktu untuk diri sendiri, dan berikan kesenangan untuk diri sendiri
  • lakukan pekerjaan satu per satu dalam satu waktu, karena para ibu cenderung melakukan sekaligus banyak pekerjaan dalam satu waktu. Anda tidak perlu memburu waktu dan tak perlu merasa marah bila anda tidak dapat menyelesaikan semuanya. Walaupun anda hanya dapat menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu hari saja, itu sudah menunjukkan langkah yang baik
  • beristirahatlah sedapat mungkin. Biarkan pasangan anda atau anggota keluarga lain membantu membereskan pekerjaan rumah tangga dan mengurus si kecil untuk sementara
  • Batasilah teman-teman yang mengunjungi anda dan bayi anda. Tunggu satu atau dua minggu
    bicarakan dengan dokter tentang perasaan anda ini, sehingga dokter dapat memberikan pertolongan profesional yang dibutuhkan


Jika perasaan anda semakin tidak menentu, sedih, binggung, dan sulit untuk mengurus diri anda sendiri dan keluarga, baik anda menghubungi dokter anda sehingga ia dapat menentukan apakah anda menderita apa yang disebut depresi pasca-persalinan sehingga dapat memberikan penanganan dini yang terbaik untuk anda. Depresi pasca-persalinan dapat diobati dengan terapi, konseling, dukungan dari lingkungan, dan / atau obat antidepresi bila dibutuhkan.

Mengalami perasaan depresi tidak berarti anda adalah sosok yang buruk, atau anda melakukan suatu kesalahan besar. Ini sering terjadi pada hampir separo ibu baru, dan anda tidak sendirian mengalami hal ini. Berkonsultasi dengan dokter atau psikiater bukan tanda bahwa anda lemah, bahkan sebaliknya usaha ini memperlihatkan tanggung jawab anda sebagai ibu yang baik yang memerhatikan kesehatan anda demi kebahagian keluarga.

Oleh : Desiani
Sumber : Buku pintar merawat bayi 0-12 bulan, dr.Suririnah, penerbit gramedia, 2009

Persalinan Dengan Caesar I

Perubahan fisik yang dirasakan setelah proses persalinan dengan operasi caesar

Operasi caesar adalah operasi besar sehingga memerlukan waktu beberapa minggu untuk pulih sempurna. Namun, dengan bantuan obat anti sakit dan dukungan dari keluarga, anda tetap melakukan perawatan bayi yang terbaik, tapi sebaiknya tetap tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dahulu.

Bila melalui proses persalinan secara caesar, anda akan mengalami perubahan tubuh yang sama seperti wanita lain yang melahirkan secara normal, tetapi anda akan mengalami sedikit masalah saat akan duduk, berdiri, bergerak, atau berjalan akibat rasa sakit bekas operasi pada daerah perut. Bahkan akan terasa sakit saat anda tertawa atau batuk. Rasa sakit dapat sedikit berkurang jika anda memegang daerah jahitan dengan tangan. Jangan menahan rasa sakit, bila perlu mintalah obat pengurang rasa sakit.

Walaupun anda merasa sakit saat bergerak, apalagi berjalan, cobalah tetap berlatih berjalan. Semakin cepat anda mulai bergerak, semakin baik untuk sirkulasi tubuh dan penyembuhan. Mungkin sangat sulit pada awalnya, tapi bila anda terus mencobanya, maka selanjutnya akan lebih mudah melakukan kembali.

Meskipun melahirkan dengan operasi caesar, anda tetap dapat memberikan asi kepada bayi. Apabila terjadi rasa sakit pada jahitan di sekitar perut, cobalah mencari posisi menyusui yang terbaik dan nyaman bagi anda.

Tubuh anda memerlukan waktu lebih dari 6 minggu untuk pulih setelah operasi caesar, jadi konsumsilah makanan bergizi dan cukup cairan yang dapat membantu proses pemulihan lebih cepat. Rawatlah luka jahitan agar tetap kering, dan hindari membawa atau memindahkan barang-barang berat selama beberapa minggu. Hubungi dokter anda segera, bila luka bekas jahitan menjadi bengkak, kemerahan atau terbuka.

Pemerikasaan ulang ke dokter

Dokter kandungan anda akan memberikan jadwal pemeriksaan ulang dalam 4-6 minggu setelah proses persalinan baik normal maupun operasi. Lakukan pemeriksaan ulang ini, sehingga dokter dapat memantau keadaan jahitan, memeriksa keadaan rahim, memastikan kesehatan anda. Ini juga memberikan kesempatan anda untuk berkonsultasi kepada dokter tentang keluhan yang ada, seperti masalah hubungan intim, menstruasi, diet, atau masalah pencegahan kehamilan (kontrasepsi).


Perasaan dan emosi yang dirasakan setelah proses persalinan

Sebagai ibu baru anda juga perlu memberi perhatian terhadap “apa yang anda rasakan” atau “perasaan anda” sehingga apa yang disebut “baby blues” atau depresi pasca-persalinan tidak timbul dan mengenai diri anda secara perlahan atau tiba-tiba.

Beberapa hari setelah melahirkan, kebanyakan wanita akan mengalami perubahan emosional yang labil, yaitu mereka merasa bahagia dan beberapa saat kemudian merasa sedih tanpa sebab, merasa tidak mampu atau takut tak dapat menjadi ibu yang baik dan sebagainya. Kondisi ini normal-normal saja.

Baby blues syndrome adalah kondisi yang sering terjadi dan menimpa hampir separo ibu baru. Umumnya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat setelah persalinan.


Baby blues syndrome terjadi karena setelah proses melahirkan, tubuh akan mengalami perubahan fisik yang besar dan hormon-hormon dalam tubuh juga mengalami perubahan yang besar. Padahal, saat itu anda sedang dalam kondisi lelah setelah melalui proses persalinan. Semua ini akan memengaruhi perasaan anda.

Jika anda baru pertama kali melahirkan dan mengalami gejala-gejala Baby blues syndrome, ini adalah bagian normal dari masa awal naluri keibuan anda dan biasanya gejala akan menghilang dalam 10 hari setelah proses melahirkan. Jadi, sebaiknya terima saja kondisi ini dengan sabar dan yakin bahwa semua perasaan ini normal-normal saja dan akan segera berlalu. Dengan sabar dan penuh keyakinan, anda pasti dapat melaluinya dengan perasaan lebih baik.

Tetapi, pada sebagian wanita, gejalanya berkembang menjadi lebih buruk dan berlangsung lama. Ini yang disebut sebagai “depresi pasca-persalinan”. Walaupun depresi pada kebanyakan wanita timbul sesaat setelah proses persalinan, tetapi beberapa wanita mulai mengalami depresi ini beberapa minggu atau bulan berikutnya setelah proses melahirkan. Yang termasuk depresi pasca-persalinan, bila depresi ini timbul dalam waktu enam bulan setelah proses persalinan.

Oleh : Desiani
Sumber : Buku pintar merawat bayi 0-12 bulan, dr.Suririnah, penerbit gramedia, 2009

Rabu, 22 Desember 2010

Seputar Persalinan II

4. wasir atau hemoroid

Wasir atau hemoroid adalah pembesaran vena dibagian bawah rektum dan anus. Sering timbul saat kehamilan dan biasanya menghilang tanpa pengobatan setelah persalinan. Pada proses melahirkan secara normal ketika anda mengejan, biasanya wasir ini akan membengkak dan nyeri. Mintalah obat topikal untuk wasir kepada dokter anda, bila anda merasa tidak nyaman. Cegahlah terjadinya konstipasi (susah buang air besar) dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat dan minum yang cukup.

5. payudara yang kencang dan membesar

Dalam dua hari pertama setelah persalinan, payudara kana menghasilkan kolostrum, cairan berwarna kekuningan, yang kaya akan nutrisi untuk bayi anda. Payudara akan terasa kencang dan membesar. Gunakan bra yang dapat menyokong payudara anda yang membesar karena proses menyusui ini.

6. rambut rontok

saat kehamilan, karena pengaruh hormon, rambut tumbuh lebih banyak dan lebih kuat/tidak mudah rontok. Setelah persalinan sampai enam bulan, tubuh akan membuang kelebihan rambut tersebut dan kembali ke keadaan rambut normal Anda.

7. berat badan

setelah proses persalinan, berat badan anda berkurang 5-7 kg dan dalam minggu pertama, berat badan akan berkurang kembali 1-3 kg dari timbunan cairan yang terjadi selama kehamilan. Jumlah penurunan berat badan tergantung dari berapa banyak pertambahan berat badan anda selama kehamilan.

8. Menstruasi

untuk ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya, menstruasi akan kembali pada 6-8 minggu setelah proses persalinan. Bagi yang memberikan asi secara eksklusif (hanya asi saja) kepada bayi, tidak akan terjadi menstruasi sampai beberapa bulan. Walaupun menstruasi tidak terjadi, selalu ada kemungkinan untuk terjadi kehamilan, karena produksi sel telur tidak pernah dapat ditentukan.

9. stres inkontinensia urin = tidak dapat menahan kencing

Kondisi ini merupakan salah satu efek samping yang dapat timbul selama kehamilan dan persalinan. Jika saat hamil anda mengalami kesulitan mengontrol kencing, biasanya juga akan mengalami problem yang sama setelah persalinan. Namun, jangan kuatir, ini masalah yang sering dan biasanya bersifat sementara yang akan hilang setelah beberapa waktu, tapi pada beberapa wanita menjadi menetap.
Faktor yang meningkatkan terjadinya inkontinensia adalah riwayat persalinan normal dengan jumlah anak banyak, persalinan yang lama, bayi yang dilahirkan besar, serta persalinan dengan bantuan alat. Biasanya lebih sering terjadi pada persalinan normal dibandingkan operasi caesar.

10. Hubungan seks

kapan hubungan seksual dapat dilakukan setelah persalinan? Anda sebaiknya menunggu sampai pendarahan berhenti dan luka jahitan sembuh atau biasanya hubungan seksual dapat dimulai kembali 4-6 minggu setelah persalinan. Kebanyakan wanita setelah persalinan akan merasa tidak nyaman ketika melakukan hubungan seksual, tetapi hal ini akan berangsung membaik bersamaan dengan berjalannya waktu. Bicarakan masalah ini secara terbuka dengan suami, bila anda masih merasa tidak dapat melakukan hubungan seks, dan beritahukan alasan ketidaknyamanan yang anda rasakan sehingga pasangan anda tidak merasa ditolak. Komunikasi secara terbuka akan menjadi dasar hubungan yang baik dalam rumah tangga.

Kehamilan dapat terjadi juga dalam periode pasca-persalinan ini. Jadi, sebaiknya konsultsikan dengan dokter anda untuk membicarakan cara pencegahan kehamilan atau KB yang ingin anda lakukan.

Oleh : Desiani

Seputar Persalinan I

Perubahan Fisik yang dirasakan setelah Proses Persalinan Normal

Setelah proses melahirkan bayi, tubuh akan mengadakan perubahan untuk menyesuaikan diri kembali ke keadaan tidak hamil. Periode ini disebut periode pasca-persalinan yaitu selama enam minggu pertama setelah melahirkan bayi. Kebanyakan wanita akan merasa tidak nyaman oleh beberapa keadaan yang diakibatkan proses persalinan, dan ini keadaan yang normal.

Sabar saja dan berikan waktu untuk diri sendiri sebelum anda kembali ke keadaan sebelum hamil dahulu.

Ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui untuk mengatasi keadaan yang mungkin timbul selama periode ini.

  1. Episiotomi (Pengguntingan di daerah perineum) saat proses persalinan
    Bila mendapat episiotomi, anda akan mengalami rasa nyeri di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus). Jahitan, robekan atau luka akan terasa sangat tidak nyaman.

  2. Untuk mengurangi rasa sakit:
    • Mintalah obat pengurang rasa sakit bila Anda memerlukannya (biasanya hanya selama beberapa hari)
    • Jagalah kebersihan daerah perineum anda. Ganti pembalut beberapa kali sehari. Pembalut yang lembab dan terlalu lama dipakai dapat menjadi sumber kuman
    • setelah buang air kecil, siramlah bagian tersebut dengan air hangat, lalu dikeringkan secara lembut
    • isi kantong dengan es atau bungkus es dengan kain bersih, dan letakkan didaerah tersebut untuk meringankan rasa nyeri
    • bila saat duduk terasa sangat tidak nyaman, gunakan bantal berbentuk donat untuk mengurangi tekanan
    • teruskan latihan kegel anda sehari setelah persalinan. Latihan ini akan membantu mengurangi rasa nyeri dan memperkuat otot-otot panggul. Mulai dari 5 detik dan lakukan 5-10 kali secara berulang dalam sehari.
    • Perhatikan tanda-tanda infeksi seperti rasa sakit yang bertambah, rasa panas, bengkak dan keluar nanah. Bila terjadi tanda seperti itu, segera hubungi dokter Anda.
    • Tidak perlu kuatir jahitan akan lepas, bila anda buang air besar. Keadaan ini akan makin membaik dalam beberapa minggu. Bersihkan dan keringkan dengan lembut bagian jahitan setiap selesai buang air besar.


  3. Cairan yang keluar dari vagina

  4. Empat sampai delapan minggu setelah proses persalinan, vagina akan mengeluarkan cairan yang disebut lokia, yang disebebkan karena pelepasan plasenta dari dinding rahim. Setiap wanita akan mengalami pendarahan ini setelah proses persalinan normal maupun operasai caesar. Pendarahan ini seperti menstruasi, tetapi keluar lebih banyak pada hari-hari pertama persalinan dan secara bertahap jumlahnya semakin berkurang. Anda dapat mengalami pengeluaran lokia sekitar 2-3 minggu atau lebih dari 6 minggu setelah persalinan. Dimulai dengan lokia berwarnaa merah terang yang disertai dengan gumpalan, lalu menjadi merah kecoklatan dan secara bertahap menjadi cairan kuning keputihan.
    Ini normal dan merupakan cara tubuh secara alamiah mengeluarkan sisa darah, lendir, dan sisa jaringan yang tertinggal dalam rahim. Hubungi dokter bila terjadi pendarahan vagina yang hebat, lokia yang keluar berbau busuk, atau terjadi demam tubuh lebih dari 38 derajat celcius.

  5. Rasa sakit seperti menstruasi

  6. setelah proses persalinan, anda akan merasakan rasa kram perut seperti saat menstruasi. Ini terjadi karena kontraksi untuk mengembalikan rahim ke ukuran dan bentuk sebelumnya dan membantu otot rahim menekan pembuluh darah yang terbuka akibat pelepasan plasenta dari dinding rahim. Rasa kram ini akan meningkat beberapa saat setelah persalinan sampai beberapa hari, dan juga saat anda memberikan asi, karena pada saat menyusui akan merangsang hormon oksitokin yang juga berfungsi dalam kontraksi pada rahim. Mintalah obat pengurang rasa sakit bila perlu, dan jangan menahan kencing, karena kandungan kencing yang penuh akan menyebabkan rahim tidak berkontraksi secara efisien.


Bersambung.......

Oleh : Desiani

Kamis, 16 Desember 2010

GnuCash Bagian II

STUDI KASUS

Menjalankan Aplikasi GnuCash

1.Buka menu ApplicationOfficeGnuCash Finance Management.

Membuat File Project
  1. Klik menu FileNewNew File. Atau bisa juga menggunakan Short Cut Ctrl+N.
  2. Pada window New Account Hierarchy Setup klik tombol Forward.
  3. Pada window Choose Currency pilih IDR (Indonesian Rupiah) kemudian klik tombol Forward.
  4. Pada window Setup New Accounts klik tombol Cancel karena kita akan membuat daftar kode rekening sendiri.
  5. Simpan file yang sudah dibuat ini dengan menekan tombol Save. Beri nama file ini “latih”.


Membuat Diagram Kode Rekening (Chart Of Account)

Sebagai langkah awal akan dibuat terlebih dahulu chart of accounts (daftar kode rekening) level pertama. Langah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Klik Menu File, New Account Page
  2. Pada window New Account di bagian Account name ketik “Harta”, Account Type pilih “Asset”, dan Parent Account pilih “New top level account”. Kemudian tekan tombol OK.
  3. Kemudian pada Toolbar tekan Text Button New. Pada window New Account di bagian Account name ketik “Hutang”, Account Type pilih “Liability”, dan Parent Account pilih “New top level account”. Kemudian tekan tombol OK.
  4. Lakukan kembali langkah-langkah pada point 3 untuk data-data sebagai berikut :
    • Account name “Modal”, Account Type “Equity”, Parent Acount “New top level account”.
    • Account name “Pendapatan”, Account Type “Income”, Parent Acount “New top level account”.
    • Account name “Pengeluaran”, Account Type “Expense”, Parent Acount “New top level account”.

Setelah chart of accounts level pertama selesai dibuat maka tampilan Account Page pada GnuCash akan terlihat seperti di bawah ini.



Selanjutnya pada chart of accounts level pertama tadi akan di tambahkan sub-account. Kemudian, juga akan di tambahkan sub-account yang berada di bawah sub-acocunt yaitu untuk sub-account pajak. Langkah-langkah pembuatannya sama dengan ketika membuat chart of accounts level pertama, hanya tinggal di sesuaikan parent account dari account yang akan dibuat. Berikut ini adalah daftar sub-account yang akan dibuat :
  1. Account name “Kas”, Account Type “Cash”, Parent Acount “Harta”.
  2. Account name “Bank”, Account Type “Bank”, Parent Acount “Harta”.
  3. Account name “Piutang”, Account Type “A/Receivable”, Parent Acount “Harta”.
  4. Account name “Persediaan”, Account Type “Asset”, Parent Acount “Harta”.
  5. Account name “Hutang Dagang”, Account Type “A/Payable”, Parent Acount “Hutang”.
  6. Account name “Penjualan”, Account Type “Income”, Parent Acount “Pendapatan”.
  7. Account name “Pembelian”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.
  8. Account name “Ongkos”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.
  9. Account name “Telepon”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.
  10. Account name “Harga Pokok Penjualan”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.


Berikut ini tampilan chart of accounts setelah ditambah sub-account



Kasus Transaksi

Perusahaan dagang PD. Jaya Abadi yang baru saja berdiri, bergerak dalam penjualan onderdil kendaraan roda dua memiliki daftar transaksi sebagai berikut :
  1. Modal awal usaha Rp. 100.000,00
  2. Membeli ban sebanyak 2 buah @ Rp. 25.000,00
  3. Ongkos membeli ban Rp. 2.500,00
  4. Terjadi penjualan ban sebanyak 1 buah Rp. 35.000,00
  5. Membayar tagian telepon Rp. 15.000,00
  6. Menjual ban sebanyak 1 buah secara kredit Rp. 35.000,00
  7. Membeli ban sebanyak 2 buah secara kredit @ Rp. 25.000,00


Proses pencatatan transaksi pada aplikasi GnuCash.
  1. Klik dua kali rekening Kas. Pada bagian Description isikan “Kas pada modal” lalu tekan Enter. Untuk Harta:Kas di kolom Receive isikan Rp. 100.000,00, kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Modal sebesar Rp. 100.000.00.
  2. Klik dua kali rekening Persediaan. Description > isikan “Membeli 2 buah ban” > Enter. Untuk Harta:Persedian di kolom Tot Increase isikan Rp. 50.000,00, kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Harta:Kas sebesar Rp. 50.000,00.
  3. Klik dua kali rekening Harga Pokok Penjualan. Deskripsi > isikan “Ongkos Pembelian” > Enter. Transfer > Pengeluaran:Harga Pokok Penjualan. Expense > Isikan Rp. 2500,00, kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Harta:Kas sebesar Rp. 2.500,00.
  4. Klik dua kali rekening Kas. Description > isikan “Menjual 1 buah ban tunai”. Account > Harta:Kas. Receive > Rp. 35.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Pendapatan:Penjualan sebesar Rp. 35.000,00.
  5. Klik dua kali rekening Telepon. Memo > isikan “Biaya telepon”. Account > Pengeluaran:Telepon. Expense > Rp. 15.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Harta:Kas sebesar Rp. 15.000,00.
  6. Klik dua kali rekening Piutang. Memo > isikan “Piutang dagang untuk 1 buah ban”. Account > Harta:Piutang. Invoice > Rp. 35.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Pendapatan:Penjualan sebesar Rp. 35.000,00.
  7. Klik dua kali rekening Persediaan. Memo > isikan “Membeli 2 buah ban secara kredit”, Account > Harta:Persediaan, Increase > Rp. 50.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Hutang:Hutang Dagang sebesar Rp. 50.000,00.
  8. Klik dua kali rekening Harga Pokok Penjualan. Memo > isikan “HPP pada persediaan”, Account > Pengeluaran:Harga Pokok Penjualan, Expense > Rp. 50.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Hutang:Persediaan sebesar Rp. 50.000,00.


Tampilan daftar tansaksi pada rekening Kas



Tampilan Buku Besar



Tampilan Neraca



Tampilan Rugi/Laba



Oleh : Desiani