Tampilkan postingan dengan label transaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transaksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2011

Modus-Modus Penipuan dalam Belanja Online

Belanja Online?

Pasti anda semua sudah cukup familiar dengan istilah ini. Di era teknologi yang semakin modern seperti sekarang ini, keberadaan internet memang cukup kental dapat dirasakan oleh kita. Dulu untuk melakukan transaksi pertukaran sebuah barang dengan uang (dagang) atau yang umum disebut belanja selalu membutuhkan waktu lebih lama dan jarak yang cukup jauh, belum lagi dengan semakin macetnya jalanan sekarang mungkin membuat sebagian besar dari anda semakin malas untuk melakukan kegiatan tersebut.

Dengan belanja online semuanya sekarang dapat teratasi, waktu dan jarak semakin menjadi tidak berarti lagi dengan adanya media internet. Namun bagi sebagian orang berbelanja di Situs-situs atau toko-toko online terkadang juga membuat was-was. Lho?

Hampir dari semua orang yang berbelanja online pasti sudah akrab dengan yang namanya “Scam” atau penipuan. Berikut adalah beberapa modus yang telah berhasil diamati dari media online yang mungkin bisa menjadi referensi bagi para pecinta belanja online:
  • Menjual dengan harga yang sangat murah / berada dibawah harga pasar.
  • Mengatasnamakan seller/penjual yang telah memiliki reputasi bagus. Dengan membuat sebuah nickname/ID di sebuah forum semirip mungkin dengan nickname/ID seller yang telah memiliki reputasi bagus, dan melakukan copy-paste terhadap isi dari thread yang dimiliki seller tersebut dengan tujuan untuk memancing buyer yang lengah karena mengira penipu tersebut adalah seller yang memiliki reputasi bagus selama ini.
  • Menjual barang dengan memberikan ‘tekanan’ kepada buyer. Memancing buyer untuk secepatnya melakukan transaksi dengan mereka dengan menyediakan berbagai alasan untuk menekan buyer. Contoh:
    • Mengatakan bahwa barang hanya tinggal satu-satunya.
    • Menggunakan alasan bahwa sangat membutuhkan uang dengan dibubuh-i cerita sedih tentang sanak saudaranya atau alasan lain yang berfungsi untuk menumbuhkan efek simpati dan rasa kasihan pada diri buyer sehingga percaya untuk melakukan transaksi secepatnya. Dan masih banyak contoh lain yang bisa anda temui sendiri.

  • Modus pemalsuan transfer. Buyer di suruh melakukan transfer pada rekening yang bukan milik seller tersebut, namun kepada rekening seller lain untuk membiayai barang/produk yang dibeli oleh seller palsu tersebut, dengan skema sebagai berikut:
    • Seller Asli menjual produk A.
    • Seller Palsu disini selaku buyer dari Seller Asli melakukan deal untuk melakukan sejumlah 1jt rupiah.
    • Seller Palsu membuka toko online menjual produk senilai 1jt rupiah.
    • Buyer tertarik, melakukan deal dan oleh Seller Palsu diberikan rekening dari Seller Asli sebagai rekening tujuan transfer uang dari buyer.
    • Buyer mentransfer uang sejumlah 1jt rupiah kepada Seller Asli, lalu melakukan konfirmasi pada Seller Palsu.
    • Seller Palsu melakukan konfirmasi kepada Seller Asli yang tidak tahu bahwa uang yang ditransfer bukanlah uang dari Seller Palsu yang selaku buyer di tempatnya berjualan.
    • Barang dikirim kepada Seller Palsu, lalu Seller Palsu menghilang.
    • Buyer merasa tertipu karena barang tidak kunjung diterima dari Seller Palsu lalu menuntut pemblokiran rekening terhadap rekening dari Seller Asli. Maka disini yang menjadi korban adalah Buyer dan Seller Asli.

  • Modus Pemberian banyak bonus. Seller memberikan begitu banyak bonus dalam 1 paket pembeliannya yang mungkin bagi anda sangatlah tidak masuk akal dengan harga yang ditawarkan. Maka, anda patut mencurigai seller tersebut.
  • Modus pemalsuan testimonial dan reputasi. Dengan memalsukan testimonial customer yang ada untuk menarik minat buyer.

Masih banyak lagi modus-modus penipuan yang dapat anda temui di dalam dunia Online dimana transaksi secara face-to-face sangat mustahil dilakukan. Tidak menutup kemungkinan akan terus bermunculan modus-modus ‘scam’ lainnya, mengingat melakukan belanja online disamping memiliki keuntungan besar (high return), namun juga memiliki resiko yang tinggi juga (high risk). Namun juga masih ada banyak Seller Online yang terpercaya. Namun , tetaplah waspada. Dan tetap nikmati suasana belanja online dengan cara yang aman.

Oleh : Kevin Wahyono

Kamis, 16 Desember 2010

GnuCash Bagian II

STUDI KASUS

Menjalankan Aplikasi GnuCash

1.Buka menu ApplicationOfficeGnuCash Finance Management.

Membuat File Project
  1. Klik menu FileNewNew File. Atau bisa juga menggunakan Short Cut Ctrl+N.
  2. Pada window New Account Hierarchy Setup klik tombol Forward.
  3. Pada window Choose Currency pilih IDR (Indonesian Rupiah) kemudian klik tombol Forward.
  4. Pada window Setup New Accounts klik tombol Cancel karena kita akan membuat daftar kode rekening sendiri.
  5. Simpan file yang sudah dibuat ini dengan menekan tombol Save. Beri nama file ini “latih”.


Membuat Diagram Kode Rekening (Chart Of Account)

Sebagai langkah awal akan dibuat terlebih dahulu chart of accounts (daftar kode rekening) level pertama. Langah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Klik Menu File, New Account Page
  2. Pada window New Account di bagian Account name ketik “Harta”, Account Type pilih “Asset”, dan Parent Account pilih “New top level account”. Kemudian tekan tombol OK.
  3. Kemudian pada Toolbar tekan Text Button New. Pada window New Account di bagian Account name ketik “Hutang”, Account Type pilih “Liability”, dan Parent Account pilih “New top level account”. Kemudian tekan tombol OK.
  4. Lakukan kembali langkah-langkah pada point 3 untuk data-data sebagai berikut :
    • Account name “Modal”, Account Type “Equity”, Parent Acount “New top level account”.
    • Account name “Pendapatan”, Account Type “Income”, Parent Acount “New top level account”.
    • Account name “Pengeluaran”, Account Type “Expense”, Parent Acount “New top level account”.

Setelah chart of accounts level pertama selesai dibuat maka tampilan Account Page pada GnuCash akan terlihat seperti di bawah ini.



Selanjutnya pada chart of accounts level pertama tadi akan di tambahkan sub-account. Kemudian, juga akan di tambahkan sub-account yang berada di bawah sub-acocunt yaitu untuk sub-account pajak. Langkah-langkah pembuatannya sama dengan ketika membuat chart of accounts level pertama, hanya tinggal di sesuaikan parent account dari account yang akan dibuat. Berikut ini adalah daftar sub-account yang akan dibuat :
  1. Account name “Kas”, Account Type “Cash”, Parent Acount “Harta”.
  2. Account name “Bank”, Account Type “Bank”, Parent Acount “Harta”.
  3. Account name “Piutang”, Account Type “A/Receivable”, Parent Acount “Harta”.
  4. Account name “Persediaan”, Account Type “Asset”, Parent Acount “Harta”.
  5. Account name “Hutang Dagang”, Account Type “A/Payable”, Parent Acount “Hutang”.
  6. Account name “Penjualan”, Account Type “Income”, Parent Acount “Pendapatan”.
  7. Account name “Pembelian”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.
  8. Account name “Ongkos”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.
  9. Account name “Telepon”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.
  10. Account name “Harga Pokok Penjualan”, Account Type “Expense”, Parent Acount “Pengeluaran”.


Berikut ini tampilan chart of accounts setelah ditambah sub-account



Kasus Transaksi

Perusahaan dagang PD. Jaya Abadi yang baru saja berdiri, bergerak dalam penjualan onderdil kendaraan roda dua memiliki daftar transaksi sebagai berikut :
  1. Modal awal usaha Rp. 100.000,00
  2. Membeli ban sebanyak 2 buah @ Rp. 25.000,00
  3. Ongkos membeli ban Rp. 2.500,00
  4. Terjadi penjualan ban sebanyak 1 buah Rp. 35.000,00
  5. Membayar tagian telepon Rp. 15.000,00
  6. Menjual ban sebanyak 1 buah secara kredit Rp. 35.000,00
  7. Membeli ban sebanyak 2 buah secara kredit @ Rp. 25.000,00


Proses pencatatan transaksi pada aplikasi GnuCash.
  1. Klik dua kali rekening Kas. Pada bagian Description isikan “Kas pada modal” lalu tekan Enter. Untuk Harta:Kas di kolom Receive isikan Rp. 100.000,00, kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Modal sebesar Rp. 100.000.00.
  2. Klik dua kali rekening Persediaan. Description > isikan “Membeli 2 buah ban” > Enter. Untuk Harta:Persedian di kolom Tot Increase isikan Rp. 50.000,00, kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Harta:Kas sebesar Rp. 50.000,00.
  3. Klik dua kali rekening Harga Pokok Penjualan. Deskripsi > isikan “Ongkos Pembelian” > Enter. Transfer > Pengeluaran:Harga Pokok Penjualan. Expense > Isikan Rp. 2500,00, kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Harta:Kas sebesar Rp. 2.500,00.
  4. Klik dua kali rekening Kas. Description > isikan “Menjual 1 buah ban tunai”. Account > Harta:Kas. Receive > Rp. 35.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Pendapatan:Penjualan sebesar Rp. 35.000,00.
  5. Klik dua kali rekening Telepon. Memo > isikan “Biaya telepon”. Account > Pengeluaran:Telepon. Expense > Rp. 15.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Harta:Kas sebesar Rp. 15.000,00.
  6. Klik dua kali rekening Piutang. Memo > isikan “Piutang dagang untuk 1 buah ban”. Account > Harta:Piutang. Invoice > Rp. 35.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Pendapatan:Penjualan sebesar Rp. 35.000,00.
  7. Klik dua kali rekening Persediaan. Memo > isikan “Membeli 2 buah ban secara kredit”, Account > Harta:Persediaan, Increase > Rp. 50.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Hutang:Hutang Dagang sebesar Rp. 50.000,00.
  8. Klik dua kali rekening Harga Pokok Penjualan. Memo > isikan “HPP pada persediaan”, Account > Pengeluaran:Harga Pokok Penjualan, Expense > Rp. 50.000,00. Kemudian pada Imbalance:IDR ganti dengan Hutang:Persediaan sebesar Rp. 50.000,00.


Tampilan daftar tansaksi pada rekening Kas



Tampilan Buku Besar



Tampilan Neraca



Tampilan Rugi/Laba



Oleh : Desiani