Tampilkan postingan dengan label teva. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teva. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Maret 2010

Fiesta Story Chapter V: Malaikat Dan Setan



Selama masa penyerangan pada Elderine, Teva menciptakan Guardian Majus untuk melindungi penduduk Isya. Meskipun yakin dengan kekuatan Guardian Majus-nya ia khawatir tentang kekuatan Legel yang merusak tanah dan menghancurkan semua yang ia lindungi. Untuk menjamin keselamatan dirinya, Guardian Majus, dan seluruh Isya. Teva menggunakan kekuatannya untuk menciptakan makhluk suci guna mengawasi Isya dan melaporkan kepadanya kabar orang-orangnya. Malaikat, begitu ia memanggil mereka, mereka memiliki kekuasaan tertinggi untuk melindungi Isya. Secara gaib, mereka dapat berpindah tempat ke tanah Isya dan bertugas sebagai pengamat untuk Teva.

Sementara itu Nik, Dewa Kegelapan, tetap bersembunyi di dalam kegelapan. Dia melihat rahasia Teva membuat malaikat pengamat dan memutuskan untuk membuat makhluk ini berkhianat. Selama berbulan-bulan Nik melihat dan mempelajari mereka, mengintip ke dalam jiwa mereka dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Nik sudah siap untuk menanam benih-benih kegelapan dihati para malaikat pengamat yang akan memulai perang rahasia.

Fionna dan Maeryn, menjadi yang paling waspada, berdiri di antara para Malaikat Teva. Teva melihat gairah dan perhatian mereka, dan memberi mereka tugas yang paling penting. Mereka diperintahkan untuk mengamati dua saudara Guardian Majus dari bangsa peri. Selama misi ini Fionna dan Maeryn melihat penghancuran Banen oleh Epith. Mereka terkejut, mengapa masih ada kegelapan pada jiwa-jiwa suci dari makhluk yang diciptakan Teva untuk mengawasi dan melindungi.

Sedih dengan keadaan ini, mereka kembali ke Teva untuk memberitahukan padanya situasi di Isya. Fionna mengatakan bahwa Banen dihancurkan, dan sebagai gantinya. Dari hari ini Fionna akan bersumpah untuk mengawasi dan melindungi mereka dan seluruh Isya. Namun Maeryn tidak memiliki perasaan yang sama. Dia bertanya pada Teva, "Mengapa kita melindungi makhluk-makhluk itu yang mampu membuat kehancuran? Kita harus menghancurkan orang-orang dengan kejahatan dalam jiwa mereka dan hanya melindungi orang-orang yang baik."

Para angel terkejut dengan reaksi, Teva dengan cepat menegur dia atas pernyataannya dan menyuruhnya untuk mengamati hewan kecil, slimes Di Isya sebagai hukuman. Marah dan pahit, Maeryn pergi. Sendirian di pos, Maeryn berusaha keras untuk menyingkirkan pikiran dari kejadian yang baru saja terjadi. Dia hanya ingin membuktikan bahwa dirinya layak menerima berkat Teva dan menjadi bagian penting dari rencananya. Semakin ia berusaha melupakan, makin dalam ia jatuh ke dalam pikirannya.



Tiba-tiba ia berteriak, "Mereka harus dihancurkan!" Dia terkejut oleh ledakan emosi nya. Ia mulai menangis. "Berhentilah menangis," ia segera berkata pada dirinya sendiri. "Kita tidak layak. Kita adalah Malaikat." Tiba-tiba terdengar suara "Ya," jawab suara dari bayang-bayang. Maeryn memutar tubuhnya untuk menghadapi tamunya, siap untuk membela diri. Tapi itu adalah Nik, dan dalam kegelapan ia menebarkan jaring kebohongan dan menyelimuti pikiran Maeryn dan merusak dirinya dari dalam. Dipenuhi dengan kejahatan, Maeryn mulai menyebarkan ide-idenya, memusnahkan Teva's Angels. Saat itu para malaikat pengikut Maeryn sedang berkumpul di tepi Isya, di mana seorang pria dari Roumen telah meringkuk di kaki Maeryn.

"Aku menangkap orang ini mencuri roti." Ia berseru. "Dia akan berfungsi sebagai pengingat bahwa semua kejahatan harus dihukum!" Di tengah-tengah pasukan malaikat, Maeryn maju dan dengan kekuatannya dia membunuh manusia itu. Ketika kuku mulai menembus kulit dan darah menyembur dari tubuhnya, Maeryn dan orang-orang di sekitarnya mulai berubah. Sayap mereka menjadi hitam dan ujung nya berubah menjadi merah darah. Mereka tumbuh tanduk dan ekor. Seperti boneka, Nik berbisik ke telinga Maeryn dan dari mulutnya ia berbisik kata-kata .... Perang!

Di atas perintah Teva, Fionna melahirkan Malaikat untuk menghadapi musuh-musuh baru mereka. Kedua belah pihak bertempur. Pertempuran besar di langit untuk mencegah kematian penduduk Isya lagi. Perang sengit dilancarkan selama berhari-hari, kakak membunuh adik, sampai Teva tidak bisa lagi menahan pertumpahan darah. Dalam satu kali kejadian, Teva memusnahkan seluruh Angels dan Demons dengan harapan bahwa apa yang baru saja terjadi tidak akan pernah terjadi lagi. Satu-satu bulu malaikat jatuh dari langit ke tanah Isya, dan sementara ia menarik sluruh kuasa dan kekuatan dari makhluk-makhluk suci yang ia ciptakan. Pikiran yang mengerikan tentang pertempuran
surgawi tidak pernah meninggalkan pikirannya.

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani

Senin, 29 Maret 2010

Fiesta Story Chapter IV: Pengkhianatan Epith - Habis

Sihir itu melelahkan, bahkan untuk salah satu Mage berbakat seperti Epith. Efek pada Banen cukup sukses, bahkan fatal. Sebagai mantra, sihir itu membungkus tubuh dan semua di sekitar Banen. Tampaknya mantra itu mengempis tubuh Banen, lalu membuatnya terhuyung dikelilingi sesuatu yang fana. Banen mulai melemah dibawah kekuasaan mantra Epith. Pengikut Epith segera bersatu untuk mengendalikan Banen. Banen segera bangkit, lalu dua diantara pengikut Epith tewas seketika sebelum mereka tahu apa yang telah memukul mereka. tetapi daya tahan Banen telah berkurang dan rentan oleh mantra yang Epith tebarkan.

Teva telah sangat berhati-hati dalam memilih Guardian yang akan menjaga kekuasaannya. Setiap Guardian Majus ini terampil dalam pertempuran sebelum mereka masuk melayani Teva, dan masing-masing tahu bagaimana menggunakan keterampilan yang mereka miliki dengan baik.

Lalu Epith dan sisa pengikutnya segera meluncurkan serangan magis terhadap Banen. Kali ini pukulan-pukulan Banen menghantam rumah-rumah disekitar. Dengan dihapusnya berkat Teva dari diri Banen oleh sihir Epith, Banen telah menjadi rentan terhadap serangan fana. Lalu, bush! serangan itu menghancurkan segala sesuatu disekitarnya. Sementara Banen mulai roboh, ia dikalahkan - dan semua yang melihat tahu itu.



Epith mendekat, menikmati kemenangan ini. Ia akan menjadi orang pertama dengan kekuatan fana yang dapat membunuh salah satu Teva's "ultimate". Epith memulai casting mantra yang akan mengakhiri hidup Banen. Namun Banen memiliki cara terakhir. Dia bergerak untuk perlahan. Banen memulai casting mantra nya sendiri, ketegangan meningkat menjadi dua sudut berupaya untuk menyelesaikan casting mantra nya terlebih dulu. Mereka menyelesaikan casting mantra secara bersamaan lalu melepaskannya.

Seperti mantra Epith. Mantra Banen merobek daya tahan Epith berkeping-keping, Mantra Banen memukul Epith seperti palu. Mantra itu mengambil semua kekuatan spiritual Epith's, sumber kemampuannya untuk mengakses ilmu sihir, dan mencabut dengan keras keluar dari tubuhnya. Setiap saraf di tubuh Epith menggeliat dan gosong seolah-olah ia sedang terbakar oleh jarum panas melepuh. Mantra itu meninggalkan tubuh Epith terkulai dan pikirannya kosong.

Tapi Banen telah gagal, Epith masih hidup. Ketika kabut di sekitar pikirannya mulai mengangkat, Epith membuka mata dan melihat bahwa satu-satunya yang tersisa dari Banen adalah sepotong Soul Stone Bijou yang telah diletakkan di dalam tubuhnya.

Epith juga melihat bahwa pengikut yang tersisa dari penyergapan itu memandangnya dengan aneh. Saat itulah ia melihat efek dari mantra Banen. Kulit Epith sudah berubah warna. Dari cerah, berubah ke rona ungu gelap. Tanda-tanda fisik dalam diri Epith mulai berubah ke arah kegelapan. 

Sejenak, Epith mempertimbangkan tampilan baru aneh ini. Akhirnya ia mengambil Bijou's fragmen sebagai Hasil dari mengalahkan Banen dan memerintahkan para pengikutnya untuk membuka gerbang. Sudah waktunya, Epith bertekad untuk melanjutkan misi, tak peduli resiko!

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani

Sabtu, 27 Maret 2010

Fiesta Story Chapter III: Pembuatan Guardian Orang Majus (GM) - Habis



Saat itu para Peri tengah berdoa memegang dinding selama beberapa hari dan malam. Mereka mengalami gelombang serangan monster tak berujung dari kutukan yang dilemparkan ke dunia peri oleh para dewa. Pada saat para Penjaga tiba, monster baru saja melanggar pertahanan Peri, dan pertempuran itu segera berubah menjadi kekalahan. Ketika para Penjaga muncul, bahkan tidak memperlambat kelajuan monster-monster itu. Tetapi ketika semua penjaga putus asa. Dan monster semakin mengancam mereka bisa melihat ada dua orang sedang berjalan kearah mereka, yaitu Guardian Majus. Para monster rakasa terdorong ke belakang keluar perbatasan peri.

Semua terlihat seolah-olah gerombolan monster itu hanya maju memukul dinding. Bagian depan garis musuh itu dengan cepat ditekan dengan cahaya silau, lalu para monster itu hancur berantakan. Sebelum tentara tahu apa yang terjadi Guardian Majus itu maju ke tengah-tengah para monster dan menyerang mereka dengan senjata dan ledakan-ledakan kertas mantra. Ketika monster mencoba mengepung Guardian mengambil jarak dari mereka, lalu mereka menghilang dan muncul kembali di tengah-tengah mereka. Tidak dari kuku, cakar, atau taring tampak mampu mengenai para Guardian itu. Kekacauan dan kebingungan yang disebabkan oleh para Guardian itu berdampak buruk ke monster. Lebih parah daripada jumlah mereka. Para monster sadar mereka telah dibantai.

Efek pada Peri bahkan lebih besar. Melihat sebagai bantuan telah tiba, para Peri memukul balik dengan keras. Mereka memukul musuh sampai garis belakang, merebut kesempatan untuk mematahkan ancaman baru ini. Apa yang hampir menghancurkan mereka, kini berbalik menyemangati mereka. Setelah pertempuran, orang Majus Guardian menutup kerusakan di dinding perbatasan peri, dan mulai bergerak menolong ke arah bangsa peri yang terluka dan mati. Mereka memberi kesembuhan dan berkat kepada semua orang yang berjuang. Penjaga mendekati kedua orang majusi itu lalu mereka memperkenalkan diri sebagai Banen dan Sayel. Mereka memberitahu bahwa mereka telah dikirim oleh Teva untuk membantu Peri di waktu gelap ini.

Sementara para Dewa telah mencapai batas kemarahan nya. Para Peri telah membuktikan dirinya menjadi musuh yang tangguh dan membuat Dewa frustasi sendiri. Elderine dan kakaknya terbukti merupakan anugrah keselamatan dari bangsa peri dengan keterampilan daan seni sihir nya. Namun, para dewa telah berambisi memusnahkan peri. Mereka berusaha untuk mendapatkan sejumlah besar Soul Stone. Sekarang mereka telah digagalkan oleh hamba Teva. Guardian Majus ini, yang telah muncul dan menghancurkan pasukan mereka di ambang kemenangan.

Markis dan Nik menyerang ke segala arah hutan yang luas pun hancur, sungai berubah menjadi abu. Bahkan tidak luput pasukan dewa-dewa mereka sendiri. Para dewa itu 'murka. Apoline dan juga Pagel mengamuk, tetapi dalam cara yang lebih membahayakan. Mereka tidak menyerang, mereka merencanakan dan bersekongkol. Sementara itu, Anis yang telah menjadi terlatih baik dalam seni tempur dan perang selama pertempuran, sekarang mengambil komando sebagai jenderal tentara monster.

Setelah mereka mengamuk, para dewa berkumpul bersama-sama untuk merenungkan situasi mereka. Dengan penampilan prajurit aneh ini mereka harus mengubah strategi mereka. Sebuah serangan frontal terlalu berbahaya. Mereka memiliki Guardian Majus yang memimpin pasukan dari Elf. Dan itu pasti akan mengakibatkan dampak fatal bagi pasukan mereka. Dewa mengerti mereka tidak bisa mengambil risiko melepaskan kekuatan penuh mereka, walaupun mungkin dapat menghancurkan Soul Stones seperti yang mereka didambakan. Jadi para dewa memilih untuk mempekerjakan tenaga paling mematikan: licik. Apoline dan Pagel yang ahli menghasut dan mereka sudah tahu sasaran yang sempurna bagi mereka. Seeorang yang "lembut" penuh perhatian - adik Elderine, Epith.

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani

Fiesta Story Chapter III: Pembuatan Guardian Orang Majus (GM)



Nasib bangsa Peri selama ini telah diketahui oleh Teva. Dia memang telah membuat Legel pergi. Tapi dengan kekuatan dia saat berperang melawan Legel, ia tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membuat Sel sempurna. Legel ketika mengurung Legel. Teva tahu, Legel masih dapat berpengaruh dalam dunia Isya.

Sudah cukup terbukti dengan para dewa baru yang berkeliaran di dunia. masing-masing dengan keinginan mereka sendiri dan berakar kerinduan untuk membebaskan Legel. Teva melihat bahwa cobaan yang ia dan orang-orang dunia hadapi masih jauh dari selesai. Dia mengakui, bagaimanapun, bahwa beberapa ujian ini akan baik bagi rakyat Isya.

Para Peri di Isya menghadapi kesulitan di sekitar mereka. Mengharap sesuatu sebagai katalis untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka. Tanpa cobaan, tanpa rasa sakit atau kehilangan, tidak mungkin ada harapan, tidak ada alasan untuk kebaikan atau pengorbanan diri. Teva sadar, tanpa kekacauan. Dunia dan orang-orang yang hidup di sana akan tumbuh stagnan; tidak akan pernah berubah baik atau buruk.

Kehancuran dan kekacauan memang sedang melanda dunia. Namun, terlalu banyak. Aliran yang intens penyakit jiwa mengancam akan menghancurkan keseimbangan alam, dan Isya secara keseluruhan. Dengan hilangnya Bijou, dan sisanya dari para dewa bersemangat memusnahkan Teva, Teva mengasumsikan bentuk fana untuk bersembunyi dari mata para dewa yang kejam.

Sang dewi itu tidak akan membiarkan pengaruh intrik Legel atau dewa lain untuk pergi dicentang. Dia adalah seorang yang dekat dari kekuasaan tak terbatas dan sulit baginya untuk memahami peri Manusia atau pikiran. Ia harus menemukan makhluk yang memiliki pemahaman tentang pola pikir ini, yang bisa menginspirasi orang di sekitar mereka, dan dapat membantu menjaga keseimbangan di dunia.

Jadi dewi Teva menciptakan Guardian orang Majus atau mereka sering disebut GM. Teva memilih yang paling berani, kuat, dan terbaik di antara ras Manusia dan Peri. Mereka dijiwai dengan fragmen kekuasaan-nya serta Soul Stone untuk membuat mereka lebih dari sekadar manusia biasa. Kemudian ia memberi mereka dengan 4 tugas yang berbeda:

1. Pastikan kekuatan kekacauan tidak tumbuh terlalu kuat, dan jika perlu gunakan kekuatan kalian untuk mencegah itu. Jika kekuatan kekacauan 'kekuasaan menjadi terlalu besar, penutup Sel dapat menjadi lemah dan melepaskan Legel dari dasar Isya sekali lagi.

2. Menguji orang Isya, sehingga mereka dapat tumbuh lebih kuat. Beri motivasi dan ilhami mereka untuk menjadi lebih besar dari yang mereka tahu sebelumnya

3. Memberi bantuan bagi seluruh ras Manusia dan Peri untuk menjaga perdamaian Isya. Kalian dapat menawarkan bantuan untuk menjamin kelangsungan hidup mereka dan yakinkan bahwa harapan mereka tetap berkobar.

4. Melindungi dan melayani Teva.

Tugas ini selesai, Teva mengirimkan dua Guardian Majus (GM) ke Kota Peri untuk memperkuat para peri di saat gelap. Mereka hampir tidak tepat pada waktunya.

(bersambung)

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani

Jumat, 26 Maret 2010

Fiesta Story Chapter II: Dua Saudara, dan Kematian Bijou



Dewa yang baru mulai menggunakan kekuasaan mereka yang diberikan oleh Legel. Markis membawa bencana alam yang tidak wajar ke dunia Isya. Anis pergi ke pedesaan, menguji kekuatannya. Apoline dan Pagel merusak hati manusia, sementara Nik melakukan hal yang sama untuk Isya, merusak kedamaian makhluk.

Tetapi ada satu di antara dewa-dewa baru yang tidak memiliki keinginan yang sama untuk merusak atau menghancurkan dunia. Yaitu Bijou, dewa penciptaan, memutuskan untuk memihak Teva. Dia tumbuh untuk mencintai dunia yang Teva buat. Bijou menjadi sangat menyukai Peri. Beberapa orang mengatakan itu karena ia jatuh cinta dengan seorang wanita Elf.

Tetapi terlepas dari alasan itu, Bijou mengagumi bagaimana Peri hidup dalam harmoni dengan ciptaan yang lain dan membuat seni dan musik-musik yang indah. Rumah mereka dibuat dari pohon hidup tanpa merugikan mereka, dan tidak pernah mengambil lebih dari yang mereka butuhkan dari tanah. Cara hidup ini menarik Bijou yang sangat mencintai alam. Setiap kali Dewa lain berusaha menghancurkan bagian dari Isya, Bijou akan menggunakan kekuatannya untuk membantu mengatasi hal itu. Jika Markis menghancurkan sebuah pohon, Bijou menciptakan dua buah pohon. Jika Anis berbelok ke sebuah kawah gunung, Bijou akan membuat hujan untuk menciptakan sebuah danau. Tindakan Bijou membuat marah sesama dewa, dan mereka bersekongkol untuk mengambil kekuasaan.

Suatu hari, ketika Bijou berjalan melalui Peri hutan, menikmati keindahan dunia, para dewa menyerang. Mereka menyerang Bijou dengan sekuat tenaga dan kekuatan mengerikan mereka mulai menghancurkan segala sesuatu di dekat hutan. Bijou, terjebak di tengah-tengah pusaran, hancur berkeping-keping dan tersebar di seluruh Isya. Para Dewa merasa tak ada lagi yang dapat mengganggu mereka kecuali Teva. Tapi mereka salah. Potongan-potongan Bijou yang tersebar di seluruh Isya mulai mengubah dunia. Dimana pun mereka mendarat, hutan tumbuh dan hewan lahir. Dikenal sebagai Soul Stones, potongan-potongan ini membuktikan. Bahkan dalam kematian Bijou menemukan cara untuk melawan kerusakan dan kekacauan yang menjangkiti Isya. Para dewa marah. dewa-dewa yang tersisa memutuskan untuk menangkap Soul Stones yang tersebar di seluruh Isya. Semua manusia yang menentang mereka akan hancur.

Setelah semua Soul Stone dicuri. para dewa mulai menciptakan monster mengerikan untuk memorak-porandakan Tanah dan menanam Soul Stone pada tubuh monster-monster ciptaan mereka. Sementara tanah semakin hancur. karena tanpa Stones Soul Bijou, tanah yang hancur tidak dapat regenerasi dengan sendiri nya. Untuk mengkompensasi hal ini, Teva menggunakan darah nya sendiri untuk mengembalikan apa yang telah tiada dari alam, beberapa daratan mulai kembali subur. Namun para Dewa tidak cuma diam.

(bersambung)

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani

Kamis, 25 Maret 2010

Fiesta Story Chapter I: Penciptaan Isya, Dewa-dewa, dan jatuhnya Legel - Part 2

Teva merasa jengkel. Ketakutan dan ketidakpastian mencengkeram hatinya. Teva tahu dia tidak mungkin menahan kekuatan yang luar biasa dari Legel. Teva memutuskan menggunakan kekuatan terakhirnya untuk melawan Legel. Teva melihat orang-orang di dunia mendongak padanya, melihat usahanya untuk menyelamatkan mereka. Sekali lagi, makhluk-makhluk ini mengejutkan dia. Untuk pertama kalinya Teva melihat mereka merasakan ketakutan yang mencengkeram.

Meskipun ketidakpastian meliputi hati Manusia dan Peri. Teva melihat mereka tidak akan menyerah, bahkan dengan kekuatan yang luar biasa dari Legel itu mengancam akan memusnahkan mereka. Mereka tetap berharap untuk sesuatu yang bisa menyelamatkan mereka. Entah bagaimana itu memberi mereka kekuatan untuk melaluinya. Kemudian Teva menyadari sesuatu yang lain. Manusia dan Peri yang sedang mencari dirinya untuk berharap; mereka ingin dia menjadi cahaya yang mampu memberi mereka alasan untuk melihat ke depan. Untuk masa depan yang menjanjikan.

Untuk pertama kalinya dalam keberadaan Teva, ia mengerti apa harapan ini. Dia tahu apa artinya dan mengapa spesies ini seperti memberi kekuatan. Mengapa mereka tidak pernah menyerah.

Dengan ditemukan cahaya dalam dirinya, Teva mendorong kembali melawan kegelapan dengan kekuatan baru. Dia merasa Legel kehilangan sedikit kekuatannya. Tapi itu sudah cukup. Itulah kemenangan kecil yang diisi Teva dengan kekuatan yang lebih besar. Dia mendorong lebih keras, dan setiap kali itu Teva merasa Legel mundur sedikit demi sedikit.

Legel tidak percaya apa yang terjadi. Sesuatu yang diciptakannya harus berdiri dan melawan-Nya. Yang mengagumkan, Teva tidak hanya melawan dia; tapi dia menang. Legel tahu dia kalah dalam pertempuran dan mulai fragmen dirinya sendiri. Beralih ke potongan, Legel menciptakan lebih banyak makhluk seperti Teva. Lalu ini menjadi dewa-dewa.



Markis dewa pertama yang lahir dari pecah belah kekuatan Legel; dijiwai dengan kekuatan kehancuran. Yang berikutnya Pagel; berbakat dengan keserakahan. Diikuti Dewi Apoline dengan kekuatan keinginan. Berikutnya adalah Anis,dengan kekuatan Legel. Lalu Bijou yang diberi kuasa penciptaan. Terakhir datang Nik, dijiwai dengan kekuatan Kegelapan. Karena masing-masing dewa lahir, Legel memberi mereka keinginan untuk menghancurkan Isya kembali. Tapi Legel menyimpan kekuatan terbesar untuk dirinya sendiri. Power of Chaos.

Teva melihat hal ini terjadi tapi tak bisa berbuat apa-apa, karena ia benar-benar terfokus pada pertempuran dengan Legel. Tapi Legel menjadi sangat lemah dalam proses fragmentasi; begitu lemah, pada kenyataannya, bahwa dengan satu upaya raksasa Teva berhasil untuk menutup Legel dan kekuatan Chaos pergi. Dia mengubur Legel dalam segel Tuhan jauh di dalam tanah dunia Isya. Itulah suatu cara yang tampaknya cocok untuk memenjarakan Legel. Teva kemudian memperkenalkan dirinya kepada penduduk dunia. Mereka mengucapkan terima kasih dan memuji, memanggilnya Dewi Hope. Tapi ini hanyalah awal dari cerita kita.

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani

Fiesta Story Chapter I: Penciptaan Isya, Dewa-dewa, dan jatuhnya Legel

Buat kamu yang tertarik ama sejarah Fiesta, disini semuanya ada lho. Dari mulai asal usul nama-nama server. Seperti Epith, Bijou, Teva. Dll. Atau buat kamu yang belum tahu apa sih Isya, ko sering disebut-sebut, kamu bakal tau disini. Disini juga disebutkan asal-usul Elderine, nama kota di Fiesta. Ada juga asal mula penciptaan GM, tapi bukan singkatan dari Game Master loh. GM disini punya sejarah lain, yang jelas menarik dan seru. Yuk deh baca!



Dahulu kala, Alam semesta lahir di lautan kegelapan dan kekacauan. Kekuatan jahat ini menyebut dirinya Legel. Legel adalah penguasa kejahatan, dia menciptakan makhluk-makhluk jahat Banyak kreasi yang cepat padam, tetapi ada pula yang bertahan. Ciptaan itu adalah Dewi Teva terlahir di satu lokasi yang damai, yaitu Isya.

Seperti banyak sebelum dia, Teva adalah makhluk Legel yang memiliki kekuatan luar biasa. Dia menikmati kekuasaan yang diberikan oleh Legel kepadanya. Dia pun sudah siap untuk menerima kehancuran diri sendiri sewaktu-waktu ditangan penciptanya, Legel.

Tapi sebelum itu terjadi, Teva memandang ke atas dunia yang telah lahir pada waktu yang sama saat ia dilahirkan dan melihat berbagai kehidupan baru di permukaannya. Dia melihat banyak makhluk brutal dan keji di atas dunia ini, tetapi juga sesuatu yang lain.

Dia melihat anak-anak bermain dan binatang mengasuh dan melindungi anak-anak mereka. Ada dua spesies yang secara khusus menarik perhatiannya. Spesies ini menyebut diri mereka Manusia, dan Peri. Apa yang membuat mereka begitu luar biasa adalah fakta bahwa mereka terus berjuang bahkan melawan segala rintangan, bahkan ketika sebagian besar binatang akan menyerah. Teva tau, mereka rapuh dibandingkan dengan banyak spesies lainnya di planet itu dan seharusnya tidak selamat.

Tapi segera Teva mulai melihat beberapa kebajikan mereka. Dia melihat kebaikan mereka, pengorbanan diri mereka, namun sebagian besar ia tidak bisa mengerti. Yaitu sesuatu yang membuat mereka bertahan bahkan ketika saat-saat yang mengerikan. Ada sesuatu yang membuat mereka berjuang, meskipun tidak ada alasan untuk percaya di masa depan. Makhluk-makhluk ini menyebutnya 'harapan'.

Apa harapan ini mampu membuat makhluk-makhluk ini tidak putus asa? Bagaimana bisa sesuatu yang tak terlukiskan, perasaan tidak berwujud dapat memberi mereka kekuatan? Bagaimana itu bisa mendorong mereka untuk bertahan melawan rintangan yang luar biasa? Teva ingin tahu lebih banyak; ia sangat ingin untuk tahu lebih banyak. Tapi Legel punya rencana lain.



Teva melihat gelembung tenang disekitarnya baik dia dan dunia ini mulai runtuh. Legel telah datang untuk merebut kembali apa yang telah dibuat, seperti yang ia lakukan selama ribuan tahun. Teva memutuskan ia tidak bisa membiarkan ini terjadi. Tidak kali ini, tidak sampai ia memahami sesuatu yang disebut 'harapan'. Teva menggunakan kekuasaan yang diberikan oleh Legel untuk menahan kekuatan yang akan menghancurkan dia dan Isya, Namun Teva merasa tak berdaya dihadapan Legel.

(bersambung)

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani