Tampilkan postingan dengan label kompetitor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kompetitor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Langkah-langkah Menghadapi Keburukan Ekonomi Dalam Bisnis II

  • Hubungi kompetitor anda. Dimana dalam bisnis lebih baik untuk merubah kompetitor menjadi mitra bisnis anda, bujuklah mereka untuk memberi info-info yang terkait dengan pengembangan perusahaan anda, seperti adanya pameran exhibition yang relevan dengan produk/jasa anda, seminar, atau mungkin info-info penting lainnya yang bisa anda manfaatkan. Dan tentunya dengan berikan timbal balik yang setimpal dengan memberikan info-info yang juga dirasa bermanfaat bagi kompetitor anda.

    Jangan khawatir bahwa itu akan menjadi bumerang bagi kelangsungan bisnis anda, karena seperti pisau, setiap orang menggenggam dengan cara yang berbeda dan menggunakan untuk hal yang berbeda pula, begitu pula dengan info yang anda berikan, penggunaan dan implementasinya juga akan berbeda antara anda dengan kompetitor anda.
  • Kombinasikan antara penjualan produk dan jasa yang berkaitan pada customer anda yang telah ada sekarang. Hal yang termudah dalam bisnis adalah menjual produk/jasa pada customer yang telah ada. Bukalah mata dan telinga anda akan setiap kesempatan bisnis yang ada.
  • Jangan menutup diri terhadap perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi seperti social media (facebook, twitter, dll) dapat juga anda gunakan untuk meningkatkan penjualan dan promosi dari bisnis anda tersebut. Teruslah pelajari teknologi-teknologi yang sekiranya bisa anda implementasikan dalam peningkatan bisnis anda.
  • Bergabunglah dalam komunitas-komunitas sosial (Perluas Koneksi anda). Dengan bergabungnya anda pada komunitas-komunitas sosial maka alur jalannya informasi bisa akan terus anda ikuti, dan dapat juga anda gunakan sebagai media promosi bisnis dengan jalinan relasi yang baik dengan anggota-anggota komunitas tersebut.
  • Permudah jalur komunikasi antara customer dan calon customer dengan anda. Dengan fasilitas seperti Blackberry Messenger yang saat ini sedang booming bisa anda manfaatkan pula untuk mempermudah customer mencapai anda.
  • Bentuk tim dengan produsen/vendor yang lainnya untuk melakukan joint sales. Dengan sari memberikan rekomendasi antar vendor/produsen juga dapat meningkatkan penjualan daripada perusahaan anda. Carilah vendor/produsen lain yang berada di pasar yang sama namun tidak secara langsung bersaing dengan bisnis anda.

    Sebagai contoh: apabila anda mempunya industri konveksi, maka akan lebih baik anda membentuk tim dengan vendor pembuat label/tag harga, vendor sablon yang pada basis market yang sama namun tidak langsung berkompetisi dengan produk/jasa dari perusahaan anda, dengan saling memberikan rekomendasi pada customer masing-masing akan eksistensi dari produsen/vendor lainnya makan akan menciptakan simbiosis mutualisme antar vendor.
  • Kembangkan berbagai arus pendapatan bagi anda (pribadi). Memiliki 2 bisnis (1 bisnis utama, 1 bisnis penunjang) lebih baik daripada hanya memiliki 1 bisnis utama. Apabila anda seorang penulis maka selain menulis untuk sebuah buku, namun bisa juga anda kembangkan menjadi secara offline maupun online, menulis tidak hanya buku namun juga artikel, puisi, cerpen, novel dan lain-lain. Dengan kunci bisnis tersebut relevan dengan tingkat keahlian yang anda miliki.


Masih banyak lagi metode yang bisa anda kembangkan. Never stop to learn something.

Oleh : Kevin Wahyono

Jumat, 26 Maret 2010

MENEPATI JANJI

Dalam teori pemasaran, keberhasilan seorang produsen dalam mengambil (capture) dan menahan (retain) customer-nya, umumnya dikaitkan dengan keberhasilan sang produsen dalam memahami kebutuhan konsumen disertai proses pembelian yang nyaman dan memberi nilai (value) yang lebih dibanding kompetitor. Ketika seorang produsen mampu "memposisikan" dirinya sebagai penyalur (provider) yang superior dalam memberi value kepada target market tertentu, maka ia akan mendapat keuntungan bersaing (competitive advantage) dibanding pesaingnya, yaitu posisi yang kokoh di benak konsumen.

Per definisi, positioning adalah strategi untuk mendapatkan posisi yang produsen inginkan ada di benak konsumen. Sebagai apa kita ingin dipersepsikan oleh konsumen kita? Sebagai produsen yang inovatif? Produsen yang berkualitas? Punya kepedulian sosial? Culas? Maunya untung doang? atau sebagai apa? Setiap produsen atau perusahaan tentu punya jawaban yang berbeda-beda. Tetapi semua jawaban itu pastilah merupakan alasan yang akan membuat konsumen tertarik untuk membeli produk yang dihasilkan produsen. Jadi, positioning bagi produsen sebenarnya tidak lain adalah the reason for being (alasan untuk hidup). Bila positioning kita tidak dipercayai oleh konsumen, otomatis produk kita juga tidak akan laku dijual. Konsumen hanya akan membeli suatu produk bila ia percaya bahwa produk itu bermanfaat untuknya. Dengan kata lain, manfaat yang dijanjikan produsen dipercayai olehnya.

Bila diibaratkan, maka positioning adalah janji, janji produsen kepada konsumen yang harus ditepati. Ini adalah tentang usaha membentuk kepercayaan, keyakinan, dan kompetensi kita di hadapan konsumen. Ini adalah masalah untuk mendapatkan kepercayaan konsumen agar bersedia memilih anda dibanding kompetitor anda. Maka, pimpinlah konsumen anda secara kredibel.

Ketika Indofood mengatakan kepada konsumennya bahwa semua produknya adalah makanan bermutu, maka Indofood mengerahkan semua potensi yang dimilikinya untuk menciptakan produk makanan yang benar-benar bermutu tinggi di atas kualitas kompetitor-nya, mulai dari bahan baku pilihan, resep yang teruji, penguasaan teknologi, kehandalan SDM, sampai ketangguhan infrastruktur. Ketika usaha-usaha ini mampu memenuhi janji-janji dan gembar-gembor Indofood sebagai lambang makanan bermutu maka posisinya yang demikian tertancap kuat di benak konsumen. Dan pembentukan posisi Indofood ini dapat berjalan langgeng karena Indofood memang benar-benar mampu menjaga "janji-nya" untuk selalu men-deliver produk makanan bermutu. Sehingga makin kokohlah merek-nya di benak konsumen.

Tetapi posisi yang kokoh di benak konsumen tidak dapat dibangun di atas janji-janji kosong dan slogan-slogan murahan. Sekali saja janji ini tidak terpenuhi maka akan rontoklah kepercayaan pelanggan yang itu berarti adalah lonceng kematian merek anda. Itulah sebabnya ketika dulu produk andalannya -Indomie- tersangkut isu lemak babi, Indofood mati-matian melakukan berbagai usaha mengembalikan kepercayaan konsumen, mulai dari bombardir iklan sampai mengundang ulama-ulama MUI untuk makan Indomie bersama di televisi.

Sebaliknya, bila dalam berdagang anda lebih banyak "menjual kecap" daripada memberi bukti nyata, maka yakinlah usaha anda tidak akan pernah bisa berkembang. Sebab setiap usaha yang dibangun di atas kebohongan dan penderitaan orang lain, tidak akan pernah bisa langgeng.

Untuk alasan inilah maka produsen harus benar-benar men-deliver kualitas produk sesuai dengan apa yang dijanjikan. Dan inilah pula yang membedakan seorang pedagang dengan politikus. Pedagang tidak boleh sekalipun ingkar terhadap "janjinya". Sekali ia tidak menepati janji, maka hancurlah posisi-nya dibenak konsumen dan mereka akan berpaling ke pedagang lainnya. Dan untuk memperbaiki positioning ini, sangatlah tidak mudah. Butuh waktu panjang dan makan energi yang besar. Itulah sebabnya tabu bagi seorang pedagang untuk bermain-main dengan janji.

Beda halnya dengan politikus. Lihatlah presiden kita. Hari ini ngomong putih, besok berubah jadi hitam. Sarapan pagi ngomong A, pas makan siang bisa berubah jadi X, Y, atau Z. Namun nyaris tidak ada perubahan "posisi" Presiden dalam benak sang konsumen. Pendukung presiden tetap saja menganggap Presiden kredibel dan integritas-nya diakui walau berkali-kali terbukti "ingkar janji". Itulah enaknya jadi politikus yang punya konsumen fanatik.

(bersambung)


Oleh: Yusuf Wibisono